Out of My Head

Sometimes I feel

Like I am drunk behind the wheel

The wheel of possibility

However it may roll

Give it a spin

See if you can somehow factor in

You know there’s always more than one way

To say exactly what you mean to say


Was I out of my head? Was I out of my mind?

How could I have ever been so blind?

I was waiting for an indication

It was hard to find

Don’t matter what I say only what I do

I never mean to do bad things to you

So quiet but I finally woke up

If you’re sad then its time you spoke up too

Me and My Fams

This is a conversation between me and my papa over 6 years ago

papa : “jadi, ayuk punya rencana apa?”

me     : “mau kuliah di jogja aja pa”

papa : “udah tau mau ambil jurusan apa?”

me     : “yep, teknik. karna ayuk ga pinter gambar, jadi ayuk ga jadi ambil arsitek. ayuk ambil teknik informatika aja”

papa : “udah yakin sama pilihannya?”

me     : *angguk-angguk

papa : “ya udah, itu pilihan ayuk, ngga ada yang maksa ayuk milih jalan itu, jalani pilihan ayuk dengan benar, dan tanggung jawab sama apa yang ayuk pilih. Tugas papa biayain kuliah ayuk”

Beginilah cara orang tuaku membesarkan aku dan adikku, dari kecil kami dibiasakan untuk menentukan pilihan sendiri, dan bertanggung jawab sama apa yang sudah kami pilih.

Milih sekolah sendiri, adekku nolak masuk kelas akselerasi, aku yang ngga  mau masuk kedokteran, adekku yang lebih milih jurusan IPS di SMAnya, aku yang ngga mau ikut tes CPNS, adekku yang lebih milih kuliah di jurusan hukum dari pada jadi polisi.

Dan orang tuaku bukan tipikal orang yang suka mempermasalahkan hal-hal kecil. Terlalu banyak masalah besar yang harus diurusin daripada meributkan masalah si anak harus begini harus begitu. Menurut papaku, kalo keseringan diatur dan dilarang itu bisa bikin kami jadi cengeng.

Dan anak cengeng ga bakal bisa hidup di keluargaku. Kenapa aku bilang begitu?? Haahhahahahha….. cuma kami yang tau…